Senin, 09 Juli 2012

BLIMBING WULUH


BLIMBING WULUH

Blimbing Wuluh atau Averrhoa bilimbi L. adalah tanaman asli Indonesia dan Malaysia. Selagi muda buahnya berwarna hijau muda dan berbuah kuning hingga kemerahan setelah matang. Buahnya bentuk bulat lonjong seperto torpedo dan rasanya sangat asam. Dibeberapa daerah tanaman ini dikenal dengan nama limeng, selemeng, baliembieng, blimbing buleh, limbi, tukurela dan malibi. Tinggi pohonnya bisa 10 meter. Pemeliharaannya cukup mudah, yang penting ditempat terbuka, kelembaban tanah dijaga dan cukup air.

Meski lebih sering dimanfaatkan sebagai bumbu masak, belimbing wuluh memiliki khasiat sebagai pereda berbagai macam keluhan kesehatan. Rasanya yang asam justru membuat blimbing wuluh memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai buah spesifik sekaligus herba. Selama ini rasa asam belimbing wuluh sering dimanfaatkan sebagai penyedap masakan sayur asam, pindang ikan, dan lain-lain. Saat ini blimbing wuluh, secara kreatif juga bisa dibuat manisan sehingga nilai ekonomisnya bertambah.

Tanaman ini memiliki berbagai kandungan kimia, antara lain saponin, tanin, glukosid, kalsium oksalat, sulfur, asam format, peroksida, dan kalium sitrat berkhasiat untuk pengobatan beberapa macam penyakit misalnya :

Gusi berdarah dan sariawan

Untuk gusi berdarah, konsumsi secara rutin blimbing wuluh segar atau bisa juga yang manisan. Kandungan vitamin C yang lumayan tinggi ( 25,8 mg/100 gr ) pada blimbing wuluh mampu membantu mengeringkan luka.

Untuk sariawan, sebaiknya konsumsi tidak lebih dari 3 biji (apalagi yang memiliki masalah lambung ). Dapat juga minum jus blimbing wuluh dicampur jeruk.

Jerawat.

            Cuci 3 buah blimbing wuluh segar, parut dan beri garam sedikit. Tempelkan parutan tadi pada kulit yang berjerawat. Lakukan 2 kali sehari.

Darah tinggi.

Untuk menurunkan tekanan darah tinggi dianjurkan minum segelas ramuan blimbing wuluh sehari.

Caranya : siapkan 3 buah blimbing wuluh, biji sriganding 25 gram, cuci bersihkan lalu tumbuk hingga halus. Masak 4 gelas air, tambahkan blimbing wuluh dan biji sriganding. Dinginkan lalu saring ramuan. Minum satugelas sehari. Agar tidak terlalu asam boleh ditambah madu atau gula.

Cara lain : blimbing wuluh segar dijus, dan dapat dicampur dengan buah lain seperti nanas atau melon.

Batuk.

Cara 1 : cuci bersih 10 blimbing wuluh ukuran sedang. Tumbuk dan campur dengan 2 sendok air garam. Saring dan minum airnya.

Cara 2 : cuci bersih 25 kuntum bunga buah blimbing wuluh, satu jari rimpang temu giring, satu jari kayu manis, satu jari kencur, dua suing bawang merah, ¼ genggam pegagan, ¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun inggu, dan ¼ genggam daun sendok. Rebus dengan 5 gelas air sampai tersisa separuhnya. Saring airnya dan minum dengan madu.

Cara 3 : rebus segenggam bunga blimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya ditambah 1 cangkir air. Diamkan selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan kain dan dibagi untuk 2 kaliminum, pagi dan malam saat perut masih kosong.

Obat jamur kulit ( panu )

Sepuluh buah blimbing wuluh dicuci lalu digiling halus. Tambahkan sedikit kapur sirih, diremas sampai tercampur rata. Ramuan digunakan untuk menggosok kulit berpanu, lakukan 2 kali sehari.

Obat nyeri / pegal linu

Cuci dan giling hingga halus 1 ons daun blimbing wuluh, 10 biji cengkih dan 15 biji lada. Tambahkan cauka secukupnya sampaia donan seperti bubur. Oleskan pada bagian yang sakit.

Selain itu, blimbing wuluh mempunyai efek farmakologis diantaranya diuretic (peluruh kencing), antiradang, astrigen, memperbanyak pengeluaran empedu dan meredakan rasa sakit.

www.solopeduli.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Labels

Label

Blogroll

About

Blogger templates

Blogger news