Senin, 25 Juni 2012

Anak Hasil Obat Kesuburan Badannya Lebih Pendek

Selasa, 26/06/2012 10:28 WIB

Anak Hasil Obat Kesuburan Badannya Lebih Pendek

Putro Agus Harnowo - detikHealth

img
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Akhir-akhir ini, banyak pasangan yang menunda punya keturunan karena mengutamakan karir. Akibatnya, usia subur jadi terbuang dan terpaksa meminum obat kesuburan agar dapat punya momongan. Sayangnya, anak yang dikandung dengan bantuan obat kesuburan tubuhnya lebih pendek daripada yang dikandung secara alami.

Di negara maju, sekitar 5 persen dari seluruh kelahiran hidup dibantu oleh penggunaan obat kesuburan. Dalam pertemuan tahunan The Endocrine Society di Houston, peneliti mengatakan bahwa penelitian terdahulu sudah ada yang menemukan bahwa anak-anak bayi tabung badannya lebih tinggi dibanding anak-anak yang dikandung secara alami.

Penelitian baru ini bertujuan untuk memeriksa apakah ada perbedaan tinggi badan antara anak-anak yang dikandung dengan bantuan obat kesuburan tanpa melewati proses bayi tabung dengan yang dikandung secara alami, tanpa bantuan obat-obatan.

Para ilmuwan di The Liggins Institute, University of Auckland, Selandia Baru meneliti 84 orang anak yang dikandung dengan bantuan obat kesuburan dan 258 anak yang dikandung secara alami. Kesemua anak dalam penelitian ini berusia 3 - 10 tahun dan berasal dari janin yang tumbuh dalam masa yang kehamilan penuh, bukan prematur.

Untuk mengoptimalkan ketepatan penelitian, peneliti tidak memasukkan anak-anak yang memiliki berat lahir rendah atau prematur karena anak yang lahir dengan kondisi ini biasanya berisiko mengalami masalah kesehatan.

Para peneliti menemukan, meskipun tinggi badannya masih dalam kisaran normal, anak yang lahir dengan bantuan obat kesuburan rata-rata tinggi badannya 2,5 cm lebih pendek dibanding anak dari kehamilan alami. Kecenderungan itu tetap ada meskipun peneliti telah menganalisis faktor tinggi badan orangtua yang merupakan faktor yang paling menentukan tinggi badan anak.

"Tapi tak perlu cemas, tinggi badan anak-anak ini tetap dalam kisaran normal, baik dalam kedua jenis kelamin maupun tingkat usia," kata peneliti, dr Tim Savage, seorang dokter anak dan peneliti di University of Auckland seperti dilansir Medical Daily, Selasa (26/6/2012).

Para peneliti mengatakan bahwa perbedaan tinggi badan ini lebih kentara pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Savage dan timnya tidak menemukan perbedaan kondisi kesehatan antara anak-anak yang dikandung dengan bantuan obat kesuburan dengan yang dikandung secara alami.

Sayangnya, para peneliti tidak dapat menentukan penyebab dari perawakan yang sedikit lebih pendek ini. Para peneliti juga tidak mengetahui apakah anak-anak ini mampu mengejar selisih tinggi badannya ketika mencapai usia dewasa.

Para peneliti hanya bisa menduga, perbedaan tinggi badan ini ada hubungannya dengan hal-hal yang terjadi di seputar pembuahan. Anak yang perawakannya lebih pendek bisa disebabkan karena perubahan abnormal pada gen yang penting dalam perkembangan. Hal ini terkait dengan proses perangsangan ovarium.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Labels

Label

Blogroll

About

Blogger templates

Blogger news