Anak Hasil Obat Kesuburan Badannya Lebih Pendek
Putro Agus Harnowo - detikHealth
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta,
Akhir-akhir ini, banyak pasangan yang menunda punya keturunan karena
mengutamakan karir. Akibatnya, usia subur jadi terbuang dan terpaksa
meminum obat kesuburan agar dapat punya momongan. Sayangnya, anak yang
dikandung dengan bantuan obat kesuburan tubuhnya lebih pendek daripada
yang dikandung secara alami.
Di negara maju, sekitar 5 persen dari seluruh kelahiran hidup dibantu oleh penggunaan obat kesuburan. Dalam pertemuan tahunan The Endocrine Society
di Houston, peneliti mengatakan bahwa penelitian terdahulu sudah ada
yang menemukan bahwa anak-anak bayi tabung badannya lebih tinggi
dibanding anak-anak yang dikandung secara alami.
Penelitian baru
ini bertujuan untuk memeriksa apakah ada perbedaan tinggi badan antara
anak-anak yang dikandung dengan bantuan obat kesuburan tanpa melewati
proses bayi tabung dengan yang dikandung secara alami, tanpa bantuan
obat-obatan.
Para ilmuwan di The Liggins Institute, University of
Auckland, Selandia Baru meneliti 84 orang anak yang dikandung dengan
bantuan obat kesuburan dan 258 anak yang dikandung secara alami. Kesemua
anak dalam penelitian ini berusia 3 - 10 tahun dan berasal dari janin
yang tumbuh dalam masa yang kehamilan penuh, bukan prematur.
Untuk
mengoptimalkan ketepatan penelitian, peneliti tidak memasukkan
anak-anak yang memiliki berat lahir rendah atau prematur karena anak
yang lahir dengan kondisi ini biasanya berisiko mengalami masalah
kesehatan.
Para peneliti menemukan, meskipun tinggi badannya
masih dalam kisaran normal, anak yang lahir dengan bantuan obat
kesuburan rata-rata tinggi badannya 2,5 cm lebih pendek dibanding anak
dari kehamilan alami. Kecenderungan itu tetap ada meskipun peneliti
telah menganalisis faktor tinggi badan orangtua yang merupakan faktor
yang paling menentukan tinggi badan anak.
"Tapi tak perlu cemas,
tinggi badan anak-anak ini tetap dalam kisaran normal, baik dalam kedua
jenis kelamin maupun tingkat usia," kata peneliti, dr Tim Savage,
seorang dokter anak dan peneliti di University of Auckland seperti
dilansir Medical Daily, Selasa (26/6/2012).
Para
peneliti mengatakan bahwa perbedaan tinggi badan ini lebih kentara pada
anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Savage dan timnya tidak
menemukan perbedaan kondisi kesehatan antara anak-anak yang dikandung
dengan bantuan obat kesuburan dengan yang dikandung secara alami.
Sayangnya,
para peneliti tidak dapat menentukan penyebab dari perawakan yang
sedikit lebih pendek ini. Para peneliti juga tidak mengetahui apakah
anak-anak ini mampu mengejar selisih tinggi badannya ketika mencapai
usia dewasa.
Para peneliti hanya bisa menduga, perbedaan tinggi
badan ini ada hubungannya dengan hal-hal yang terjadi di seputar
pembuahan. Anak yang perawakannya lebih pendek bisa disebabkan karena
perubahan abnormal pada gen yang penting dalam perkembangan. Hal ini
terkait dengan proses perangsangan ovarium.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar