Jumat, 09 November 2012

Sering Kesemutan, Waspadai Gejala Neuropati

Sering Kesemutan, Waspadai Gejala Neuropati

image PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) mengingatkan masyarakat tentang bahaya kesemutan. Khususnya di usia kepala empat. Bisa jadi itu adalah tanda neuropati yang merupakan gejala perubahan struktur dan fungsi saraf.
Menurut Ketua Perdossi, Moh Hasan Machfoed, neuropati saat ini menjadi gejala awal yang mengancam masyarakat usia lebih dari 40 tahun. Selain kesemutan, tanda-tanda lain yang biasa muncul rasa nyeri, baal atau kebas, mati rasa, kaku otot, kram dan hipersensitif.
"Tanda-tanda ini memang lebih banyak ditemukan pada usia kepala empat," kata Hasan Machfoed, dalam acara peluncuran Neuropathy Service Point, di Makassar.
Neuropati juga memunculkan gejala lain, yakni menimbulkan gangguan pengeluaran kelenjar keringat sehingga kulit tampak kering, mengkilap dan rambut rontok.
Meski cenderung menyerang mereka yang beranjak tua, neuropati sebenarnya dapat mengancam siapa saja. Mengancam 1 dari 4 orang berusia 40 tahun ke atas dan 1 dari 2 penderita diabetes. Khusus untuk penderita diabetes, angka prevalensinya bahkan meningkat menjadi 50 persen.
Konsultan Neurologis dari Departemen Neurologi FKUI, Manfaluthy Hakim menilai, neuropati sering tidak disadari sebagai penyakit. Bahkan gejala tersebut dipandang sebagai hal umum dan biasa. "Padahal, neuropati sangat bisa menimbulkan komplikasi-komplikasi lain di tubuh kita," katanya.
Disisi lain, ia mengingatkan bahwa neuropati adalah gejala penyakit yang bisa dicegah. Caranya dengan menjalani pola hidup yang benar. Banyak mengonsumsi vitamin B1, B6 dan B12. "Kami hanya diminta untuk rajin makan vitamin agar terhindar dari neuropati," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Labels

Label

Blogroll

About

Blogger templates

Blogger news