Memilih Jenis Kelamin Anak

Pada
kehamilan yang direncanakan, pasangan suami istri dapat menentukan
dengan sendiri jenis kelamin bayi dengan mengetahui teknik dan cara
memilih jenis kelamin bayi
Namun yang jadi pertanyaan saya adalah mengapa harus memilih?
Teknik
yang ditawarkan oleh Shettles lebih banyak kepada pengenalan akan
perubahan dan tanda-tanda pada saat menstruasi seperti perubahan lendir
leher rahim (cervical mucus).
Namun, lagi-lagi saya kembali pada pertanyaan dasar yaitu: haruskah kita memilih jenis kelamin anak? Dan untuk apa?
Tidakkah akan terjadi gendercide, sehingga akan sangat sedikit jenis kelamin tertentu.
Misalnya untuk masyarakat Bali atau batak yang "mewajibkan" memiliki anak lelaki akan menciptakan sebuah demografi penduduk yang lebih banyak lelakinya dari pada perempuan.
Mengapa kita tidak membiarkan saja alam mengatur seperti iramanya.
Saya sering bertemu dengan permintaan pasangan akan jenis kelamin tertentu. Kebanyakan menginginkan anak laki-laki. Haruskah kita memilih ?
Misalnya untuk masyarakat Bali atau batak yang "mewajibkan" memiliki anak lelaki akan menciptakan sebuah demografi penduduk yang lebih banyak lelakinya dari pada perempuan.
Mengapa kita tidak membiarkan saja alam mengatur seperti iramanya.
Saya sering bertemu dengan permintaan pasangan akan jenis kelamin tertentu. Kebanyakan menginginkan anak laki-laki. Haruskah kita memilih ?
Buku
ini memberikan pedoman praktis. Walau saya masih belum terlalu yakin
dengan klaim keberhasilannya. Dan jika benar buku ini bestseller, ini
membuktikan bahwa masih sangat banyak orang memilih jenis kelamin untuk
anaknya.
Hari
ini juga saya membaca sebuah artikel yang cukup lengkap yang memaparkan
bagaimana caranya mendapatkan jenis kelamin tertentu :
Jika ingin anak perempuan:
Ø Lakukan coitus 2-3 hari sebelum ovulasi
Ø Sebelum coitus, basuh vagina dengan larutan asam. Misal 2 sendok makan l cuka dilarutkan dalam 1 liter air.
Ø Usahakan
istri tidak mencapai orgasme selama coitus, karena akan mening-katkan
suasana basa , sehingga sperma Y yang berhasil membuahi sel telur.
Ø Lakukan coitus dengan posisi berhadapan sehingga sperma tertampung di sekitar mulut rahim,
Ø Lakukan
penetrasi perlahan-lahan, sehingga kebanyakan sperma Y akan mati pada
waktu penis melewati leher rahim. Hal ini karena sperma Y cukup lama
berada di dalam cairan vagina yang bersuasana asam.
Ø Lakukan coitus sesering mungkin selama 2-3 hari sebelum ovulasi.
Ø Jika
menginginkan seorang bayi perempuan Suami harus makan makanan yang
banyak mengandung Alkaline, sedangkan istri banyak makan makanan yang
mengandung asam.
Makanan yang banyak mengandung alkaline adalah : sayur-sayuran, buah-buahan, putih telur, susu, dan ganggang laut. Makanan yang banyak mengandung asam adalah : Daging, banyak mengkonsumsi daging dibandingkan ikan untuk memunculkan suasana pH yang lebih asam di vagina sehingga sel sperma dengan kromosom Y akan mati karena tidak tahan dengan suasana pH tersebut.
Makanan yang banyak mengandung alkaline adalah : sayur-sayuran, buah-buahan, putih telur, susu, dan ganggang laut. Makanan yang banyak mengandung asam adalah : Daging, banyak mengkonsumsi daging dibandingkan ikan untuk memunculkan suasana pH yang lebih asam di vagina sehingga sel sperma dengan kromosom Y akan mati karena tidak tahan dengan suasana pH tersebut.
Ø Karena
sel sperma dengan kromosom Y mempunyai umur lebih pendek dibandingkan
dengan kromosom X, dengan hubungan seksual / hubungan intim yang teratur
sebetulnya sudah meningkatkan kemungkinan lahirnya bayi
perempuan/wanita. Namun untuk lebih pastinya anda dapat memilih jenis
kelamin bayi perempuan dengan cara melakukan puasa hubungan
intim/hubungan seksual pada saat masa subur.
Ø Jika menginginkan seorang bayi perempuan senggama dilakukan pada waktu sebelum masa haid. Atau Hubungan
seksual /hubungan intim sebaiknya dilakukan 2-3 hari sebelum masa subur
dengan maksud pada selang waktu 2-3 hari tersebut sel sperma dengan
kromosom Y akan mati sebelum ovulasi terjadi. Dengan demikian sel
spermatozoa dengan kromosom X yang masih terdapat di rahim mempunyai
kesempatan lebih tinggi untuk membuahi sel telur pada saat terjadinya
ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) sel spermatozoa dengan
kromosom X sudah siap untuk membuahi sel telur.
Ø Jika
menginginkan seorang bayi perempuan. Suami harus menghindari penetrasi
yang dalam kedalam kemaluan istri pada waktu senggama
Alasan :
Karakter dari Spermatozoa X dan Y.
Spermatozoa X : Pelari maraton (jauh) dengan stamina yang tinggi ( kuat )
Spermatozoa Y : Pelari sprinter (cepat) dengan stamina yang loyo ( lemah )
Jadi, dengan penetrasi yang dalam, kemungkinan untuk spermatozoa Y mencapai tujuan akan lebih besar.
Spermatozoa Y : Pelari sprinter (cepat) dengan stamina yang loyo ( lemah )
Jadi, dengan penetrasi yang dalam, kemungkinan untuk spermatozoa Y mencapai tujuan akan lebih besar.
Ø Jika
menginginkan seorang bayi perempuan. Istri harus menhidari rangsangan
selama senggama. Secresi cairan yang keluar dari kemaluan perempuan akan
menjadi alkaline jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas
spematozoa Y.
Ø Jika
menginginkan seorang bayi perempuan. Cuci vagina dengan larutan dari
dua sendok white vinegar yang sudah dicampur dalam satu liter air
bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga
aktifitas spermatozoon Y menurun.\
Ø Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Posisi Istri pada waktu senggama diatas suami.
Jika ingin anak laki-laki
· Lakukan coitus sedekat mungkin dng ovulasi sebaiknya tepat pada ovulasi, berkisar antara 12 jam sebelumnya. ).
Ini dimaksudkan agar sel spermatozoa dengan kromosom Y yang berukuran
lebih kecil dan gerakannya lebih cepat dapat segera membuahi sel telur
sebelum sel spermatozoa dengan kromosom X yang bentuknya lebih besar dan
gerakannya lebih lambat dapat mencapai rahim dan sama-sama berpeluang
untuk membuahi sel telur
· Hubungan
seksual /hubungan intim sebaiknya dilakukan 2-3 hari sebelum masa subur
dengan maksud pada selang waktu 2-3 hari tersebut sel sperma dengan
kromosom Y akan mati sebelum ovulasi terjadi. Dengan demikian sel
spermatozoa dengan kromosom X yang masih terdapat di rahim mempunyai
kesempatan lebih tinggi untuk membuahi sel telur pada saat terjadinya
ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) sel spermatozoa dengan
kromosom X sudah siap untuk membuahi sel telur.
· Sebelum coitus, basuh vagina dengan soda sehingga suasana basa
· Lakukan penetrasi langsung ke dalam, sehingga sebagian besar dari sperma Y langsung masuk ke rahim.
· Waktu ovulasi adalah ± 14 hari dihitung dari mens hari pertama untuk yang siklus mensnya 28 hari.
· Jika
menginginkan bayi laki-laki. Suami harus banyak mengkonsumsi makanan
yang banyak mengandung asam, sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi
makanan yang banyak mengandung alkaline
· jika
menginginkan bayi laki-laki. Keseringan senggama diklakukan pada waktu
mendekati masa haid dan atau segera sesudah masa haid.
Bagaimana
mengetahui periode masa haid ? Temperatur atau suhu tubuh meningkat
(Anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya sebagai
record )
• Jika menginginkan bayi laki-laki. Disarankan untuk melakukan tusukan yang dalam oleh suami pada waktu senggama.
• Jika menginginkan bayi laki-laki. Ejakulasi suami sesudah istri terangsang. Hal
ini didasari dengan adanya penelitian bahwa pada saat orgasme istri
akan mengeluarkan cairan yang bersifat basa/alkali sehingga akan
mengurangi kadar pH dan Vagina menjadi lebih basa (suasana basa disukai
oleh sel spermatozoa dengan kromosom Y)
• Jika
menginginkan bayi laki-laki. Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok
soda yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih.
• Mengenai
puasa berhubungan intim/hubungan seksual, disebutkan bahwa suami harus
berpuasa melakukan hubungan seks selama minimal 5 hari sebelum masa
subur wanita/istri. Ini dimaksudkan agar tidak ada lagi sel sperma
dengan kromosom X yang bertahan di vagina/rahim istri. Puasa ini juga
dimaksudkan untuk mempertinggi kesuburan pria (kualitas sperma)
Banyak sekali kan upayanya...?
Namun kembali lagi ke pertanyaan dasar saya adalah mengapa harus memilih...
Bagaimana jika ternyata kenyataannya beda?
Ada
seorang pasangan datang ke saya dan dari awal mereka menginginkan anak
laki-laki karena kebetulan mereka asli medan dan ini adalah kehamilan
pertama mereka, cucu pertama juga. Tentunya ingin laki-laki dong...
Dari
awal saat ikut kelas hypnobirthing saya sudah bilang bahwa untuk apa
memilih jenis kelamin anak, terima saja apa adanya wong ini anugrah
kok...namun si ayah tetep kuekeh pokoknya saya ingin anak laki-laki.
Soalnya ini anak pertam, cucu pertama pula katanya.
Okeylah...
Nah
di kelas hypnobirthing dari pertemuan kedua biasanya saya mengajarkan
ke pasangan tentang bagaimana cara berkomunikasi dengan janin dari dalam
kandungan.
Dan saat itu saya menganjurkan mereka untuk melakukannya di saat mereka USG 4D di SpOG.
Beberapa
kali saat USG mereka gagal melakukannya, si janin gak mau respon dan
selalu menutup pahanya bahkan terakhir dia menunjukkan punggung dan
pantatnya, sampai si ayah gemes dan penasaran.
Setelah itu mereka datang dan konsultasi kesaya,
Saya
bilang....tolong sekarang bapak dan ibu minta maaf ke janin,,katakan
maaf dan berjanji akan menerima dia apa adanya dan tetep mengasihinya.
Nah
setelah sesi itu dengan semangat mereka sorenya ke SpOG penasaran ingin
melihat reaksi si baby. Dan bener akhirnya si janin mau membuka pahanya
dan saat itu juga si ayah langsung berteriak...’Yahhhh kok
butet?>!!!”
Dan saat itu juga si bayi langsung menutup pahanya dan membalikkan badannya.
Anda tau bagaimana perasaan janin itu?
Perasaan di tolak?
Perasaan tidak diinginkan jenis kelaminnya?
Padahal si ayah sudah berjanji akan menerima dia apa adanya, walaupun dia perempuan, namun?
Janin
dalam kandunan mempunyai unsur yang sangat sederhana yaitu perasaan.
Dia tidak punya keinginan dan dia belum punya kemauan. Dia suciDan dia
sudah mampu merekam semua kejadian dan peristiwa yang menimpa dia,
ibunya maupun yang ada di lingkungannya.
Saat di tolak...rekaman negatif itu terpatr.i dalam alam bawah sadarnya dandi limbic sistemnya...
Dan ketahuilah ini berefek negatif pada perkembangan psikologisnya kelak.
Jadi apakah Anda masih pilah-pilih?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar